Bagian Tubuh Terpotong Merusak Foto Secara Keseluruhan

Bagian Tubuh Terpotong Merusak Foto Secara Keseluruhan
Siem Reap, Kamboja, 2019

Pepatah mengatakan, “Gara-gara nila setitik, rusak susu sebelangan”. Arti dari perumpamaan ini adalah karena hal kecil, banyak kerusakan yang terjadi.

Prinsip yang sama berlaku dalam dunia fotografi. “Gagalnya” sebuah foto umumnya terjadi karena faktor-faktor kecil saja. Contoh yang paling sering terjadi, dalam memotret dengan model hidup (baik manusia atau hewan) adalah “bagian tubuh yang terpotong”.

Contohnya bisa dilihat pada foto di atas. Kaki model terpotong sedikit saja, tetapi hasilnya adalah foto yang kurang enak dilihat.

Bandingkan dengan yang di bawah ini.

Siem Reap, Kamboja, 2019

Tentu foto yang kedua akan dianggap lebih baik.

Terpotongnya bagian dari manusia atau hewan oleh bidang foto dan tidak dilakukan dengan proporsional akan merusak foto secara keseluruhan.

Bagaimanapun manusia lebih suka melihat sesuatu yang utuh apa adanya. Foto manusia secara utuh dan lengkap akan lebih baik dibandingkan dengan kaki yang hilang sedikit atau siku yang terpapas frame foto.

Hal ini juga berlaku jika si model atau obyek membawa “benda”, seperti payung atau tas. Jika benda-benda ini berhubungan langsung dengan si model, maka ia harus diperlakukan sama seperti anggota tubuh, yaitu ditampilkan secara lengkap.

Tentu ada yang berdalih, “Bagaimana dengan foto close-up atau portrait? Di sana ada bagian besar anggota tubuh yang dipotong?”

Tentu saja berbeda sekali. Pemotongan itu dilakukan secara sengaja dan dilakukan secara proporsional untuk menekankan bagian lain, seperti wajah sang model.

Meskipun tidak ada cara pasti cara memotong “obyek” dalam bidang foto, biasanya para fotografer akan memotret di atas lutut bagi manusia. Bahkan, dalam portrait akan sebatas bahu dan sampai kepala. Mereka tidak akan memotong sedikit-sedikit pada bagian siku atau telapak kaki.

Tidak bedanya kalau sedang memotong kue ulang tahun. Kalau Anda hanya memotong bagian tepinya saja, maka kue tersebut akan berantakan dan kehilangan “keindahannya”. Namun, ketika Anda memotong kue secara simetris ke tengah, penampakannya tetap rapi dan bahkan memberi tampilan baru yang tetap enak dilihat.

Solusi dari masalah “bagian tubuh terpotong” seperti ini hanya ada satu. Tidak ada jalan lain, yaitu teliti saat membuat komposisi foto. Perhatikan hal-hal kecil dan pastikan selalu ada bidang kosong antara bagian tubuh model dengan bidang foto.

Cropping tidak bisa membantu dalam hal ini. Kalaupun dipergunakan, maka hasilnya akan berbeda sekali dari ide asal.

Jadi, telitilah sebelum memotret karena kesalahan “kecil” seperti ini bisa menyebabkan rasa kesal yang lama sekali di dalam hati.

(Visited 14 times, 1 visits today)

Leave a Comment