Prinsip Keteraturan Dalam Bidang Foto : Kunci Foto Enak Dilihat

Prinsip Keteraturan Dalam Bidang Foto : Kunci Foto Enak Dilihat
Bogor Car Free Day, 2018

Siapa yang suka melihat rumah berantakan? Pasti tidak ada. Rumah yang berantakan akan membuat mata yang melihat terasa tidak nyaman. Iya kan?

Hal yang sama juga sebenarnya berlaku dalam dunia fotografi. Sebuah foto yang “berantakan” tidak akan menjadi foto yang enak dilihat. Prinsip keteraturan dalam bidang foto memegang peranan sangat penting dalam menghasilkan foto yang bagus.

Oleh karena itu, seorang pemula yang baru terjun menekuni dunia ini, pada tahap awal, sebaiknya memahami dulu bagaimana cara menata unsur-unsur atau obyek yang ingin ditempatkannya dalam bidang (frame) sebuah foto. Ia harus bisa mengetahui dimana sebaiknya menempatkan obyek utama, pendukung, dan sebagainya.

Tidak perlu langsung harus melangkah berbicara tentang teknik bokeh atau berbagai trik yang rumit. Pelajari dulu bagaimana seharusnya berbagai unsur dalam sebuah foto harus ditempatkan. Tidak bedanya dengan mengatur perabotan dan furnitur dalam sebuah ruangan.

PRINSIP KETERATURAN DALAM BIDANG FOTO b
Enak dilihat? Tidak kan? Cuma tumpukan orang dan menyampaikan ide tidak jelas. Bandingkan dengan foto pertama

Apa yang harus diatur penempatannya dalam sebuah bidang foto? Tidak serumi perabotan rumah tangga yang banyak, beberapa unsur yang harus diperhatikan dalam bidang foto adalah

1> Obyek utama

Bagaimanapun, obyek ini akan merupakan inti dari foto yang disampaikan. Oleh karena itu ia harus ditempatkan dan diupayakan menjadi fokus yang akan langsung mengundang perhatian.

Cap Go Meh Bogor 2019

Ada 2 teori tentang bagaimana sebuah obyek utama harus ditempatkan, yaitu Rule of Thirds atau aturan sepertiga dan Golden Triangle. Namun, pada dasarnya, semua akan terserah pada pemotretnya dan bisa dilakukan sesuai dengan selera.

Meskipun sesuai selera masing-masing, penempatan obyek utama harus lah dipastikan akan menonjolkan obyek itu sendiri.

2> Obyek pendukung

Namanya obyek pendukung artinya ia tidak boleh lebih menarik perhatian dari obyek utama, bahkan menyamainya saja juga tidak boleh. Hal itu akan mengganggu perhatian yang seharusnya diberikan kepada obyek utama.

Bahkan, kalau obyek pendukung dianggap tidak penting, obyek ini harus dihilangkan atau disamarkan dengan cara membuatnya menjadi blur.

3> Latar Belakang/Background

Atur latar belakang agar unsur yang satu ini tidak merusak foto secara keseluruhan. Contoh yang paling sering adalah garis horison yang tidak lurus yang mengakibatkan foto menjadi terkesan miring.

Perhatikan latar belakang dan hilangkan bagian-bagian yang mungkin mengakibatkan gangguan pada obyek utama.

Pantai Klara, lampung

Untuk menghadirkan keteraturan, sebenarnya bisa berpegang pada KISS atau Keep It Simple Stupid atau buat seminimalis mungkin. Satu obyek, satu latar belakang. Hal itu akan mempermudah pengaturannya.

Terlalu banyak obyek sama halnya dengan rumah yang banyak sekali perabotannya dan akan menyulitkan untuk mengatur semuanya. Sulit melakukan sinkronisasi agar semua unsur sesuai.

Semakin sederhana foto, biasanya justru semakin enak dilihat dibandingkan dengan foto yang memiliki banyak sekali obyek. Perhatian pembaca pun akan lebih mudah terfokus pada obyek utamanya.

Latih tentang prinsip keteraturan dalam bidang foto seperti ini. Sesering mungkin dengan begitu mata kita akan terbiasa memilih dan memilah obyek yang bisa disinkronisasi dan diatur.

Untuk melatihnya pun tidak memerlukan kamera mahal. Kamera ponsel pun bisa digunakan untuk mencoba mengatur penempatan obyek dalam foto.

(Visited 6 times, 1 visits today)

Leave a Comment