Memotret Sebagai Hobi Dan Dibayar Berbeda Jauh

Memotret Sebagai Hobi Dan Dibayar Berbeda Jauh

Sejak berkembangnya teknologi kamera digital dan juga semakin terjangkaunya harga sebuah kamera, banyak sekali orang yang terjun menekuni fotografi sebagai hobi.

Salah satu alasan yang paling banyak dikatakan adalah tentang kemungkinan di suatu masa bahwa hobi tersebut diubah menjadi sumber penghasilan. 

Tidak salah sih sebenarnya. Bahkan bagus sekali karena membuat hobinya memiliki tujuan.

Meskipun, saya sendiri setelah mendalami dunia ini lebih dari 6 tahun menemukan bahwa semuanya tidak semudah yang diduga. Ada perbedaan yang merupakan tantangan yang berat untuk bisa melompat dari sisi “hobi” ke sisi “profesional” alias demi uang, dibayar.

Tidak semudah yang dibayangkan.

Sebagai hobi, Anda 

  •  bebas memotret obyek apapun 
  •  dengan ide apapun sesuai dengan apa yang kita mau
  •  tentunya dengan teknik apapun

Hasil bagus atau jelek tidak masalah. 

Paling buruk ketika hasil yang diharapkan tidak didapat adalah rasa kesal dan sebal karena kehilangan momen. Resiko tambahannya hanya waktu dan tenaga yang sudah terbuang saja. 

Paling bagus, hasilnya adalah pujian dan decak kagum dari kawan, teman atau keluarga saja, serta tentunya jumlah Like yang banyak di akun Instagram atau Facebook.

Cuma itu saja.

Tidak ada hal lain yang membebani dan tidak ada yang dipertaruhkan.

Bandingkan dengan kalau Anda dibayar untuk memotret, pasti ada beban yang berbeda. Anda akan terbebani dengan

  • Tidak bebas memakai ide diri sendiri karena harus menyesuaikan dengan kemauan si pengguna jasa
  • Tidak bebas menentukan obyek karena harus menyesuaikan dengan apa yang diinginkan oleh yang bayar
  • Tidak bebas memakai teknik yang kita mau karena harus memastikan hasil bagus untuk menukarnya dengan uang

Berbeda kondisinya.

Kalau hasil buruk, pasti akan ada yang ngomel dan sebal karena Anda akan dianggap membuang uang, waktu, dan tenaga si pembayar. Kredibilitas kita pun akan turun karena sangat mungkin si pengguna jasa yang kecewa akan menyampaikan kepada orang lain.

Tekanannya berbeda sekali antara memotret sebagai hobi atau dibayar.

Taman Wisata Matahari Bogor

Butuh tambahan pengetahuan tambahan, yaitu bisnis jika memang mau merubah hobi memotret Anda menjadi sebuah bisnis. 

Anda harus mau belajar mengenai negosiasi, tawar menawar, mendengarkan ide dan kemudian memberikan proposal.

Tambahan lainnya adalah harus mempersiapkan mental sejak awal agar tahan banting menghadapi celotehan dan omelan pengguna jasa yang tidak puas.

Tidak bisa hanya sekedar mengetahui pengetahuan tentang cara memotret saja karena bagaimanapun pada dasarnya, fotografi disana berubah fungsi, dari kesenangan menjadi mengejar uang. 

Bebannya berbeda.

Jadi, bila memang ingin menekuni fotografi dengan tujuan menjadi profesional, ada baiknya sesegera mungkin dilakukan. Jangan terlalu sibuk melakukannya sebagai hobi karena dengan begitu tidak akan terbentuk mental yang cocok bagi pemotret profesional.

Mulailah segera berpindah kuadran dengan menerima orderan kecil, seperti memotret acara-acara di lingkungan rumah dengan bayaran murah. Selain bagus untuk mengasah keterampilan memotret sebagai profesional, juga sekalian beradaptasi dengan tekanan dalam dunia bisnis.

Sharing is caring!

Leave a Comment