Bisakah Hasil Foto Kamera Ponsel/Smartphone Sama Dengan Kamera DSLR/Mirrorless ?

Bisakah Hasil Foto Kamera Ponsel/Smartphone Sama Dengan Kamera DSLR/Mirrorless ?
Hasil Foto kamera DSLR Canon 700D – Puncak Mas Lampung

Belakangan ini , terutama sejak beberapa tahun terakhi, dunia fotografi semakin semarak. Salah satunya adalah dengan semakin banyaknya orang yang berminat untuk terjun dan menekuninya.

Semua ini karena kehadiran smartphone dengan kameranya yang semakin lama semakin canggih. Bahkan, kalau melihat hasil pencarian lewat mesin pencari Google, banyak yang sudah bisa memberikan tips dan trik agar “hasil foto kamera smartphone sama dengan kamera DSLR / Mirrorless”.

Coba saja lihat apa yang tampil di halaman pertama hasil pencarian Google di bawah ini.

Bisakah Hasil Foto Kamera Ponsel/Smartphone Sama Dengan Kamera DSLR/Mirrorless ?

Tidak heran banyak orang tertarik. Bagaimana tidak, tanpa perlu membeli kamera DSLR saja, hasil fotonya sudah bisa sama? Siapa yang tidak mau. Biaya murah hasilnya sepadan atau setidaknya tidak kalah dengan kamera “sungguhan” yang harganya kerap merobek kantung itu.

Situasi, yang kalau secara pribadi, saya melihatnya sebagai sebuah hal yang bagus dan baik bagi dunia fotografi sendiri. Semakin banyak yang ingin terlibat, semakin ramai dan semakin seru. Memang bagi banyak orang, terutama mereka yang hidup dari kegiatan memotret, situasi ini terasa mengancam karena persaingan akan semakin tajam.

Bagus.

Tetapi, terus terang, ada sedikit rasa janggal dan kurang percaya bahwa hasil foto kamera ponsel bisa mengimbangi hasil kamera DSLR atau Mirrorless.

Bukan karena iri, tetapi sebagai seorang yang sudah menjadi penghobi dunia ini, dan juga memotret dengan kedua jenis kamera itu, saya tahu dengan pasti bahwa situasinya tidak se-bombastis yang disebutkan pada judul-judul itu.

Kebetulan, kamera digital pertama yang saya punya adalah sebuah smartphone juga, baru kemudian beranjak pada prosumer (Fujifilm Finepix HS35EXR, dan sekarang Canon EOS 700D(APSC). Jadi, saya bisa membandingkan sendiri semua hasil dari ketiga jenis tersebut.

Dan, kesimpulannya, sangat berbeda dengan apa yang dituliskan dalam artikel-artikel itu tadi.

Beda. Banget.

Itulah salah satu alasan mengapa saya memutuskan untuk membeli kamera DSLR. Ketika menggunakan ponsel pintar dan prosumer, terasa sekali ada yang “kurang”.  Dan, itu bisa saya temukan pada kamera DSLR.

Bisakah Hasil Foto Kamera Ponsel/Smartphone Sama Dengan Kamera DSLR/Mirrorless ?
Hasil foto kamera DSLR Canon 700D

Ingat yah, bukan berarti saya berpikir bahwa fotografi hanya bisa dilakukan dengan kamera DSLR saja. Justru, sebaliknya bagi saya , fotografi bisa dilakukan dengan yang manapun.

Juga, tidak berarti foto hasil kamera smartphone hasilnya “pasti kalah” enak dilihat dari hasil foto DSLR karena banyak faktor yang menentukan bagus tidaknya sebuah foto.

Pandangan ini hanya merupakan respon saja terhadap apa yang banyak ditulis bahwa hasil kamera smartphone bisa setara DSLR.

Smartphone VS DSLR : Lensa dan Sensor

Coba kita bandingkan dulu dua hal penting dalam menghasilkan foto yang tajam dan detail . Terlepas dari ide fotonya, salah satu hal yang membuat orang terpukau dengan sebuah foto adalah ketajaman dan detail dari obyek dalam fotonya.

Keduanya banyak bergantung pada dua faktor, yaitu lensa dan sensor. Bukan ukuran megapixelnya yah.

Untuk sensor, prinsip the bigger is the better, semakin besar semakin bagus,  berlaku. Dengan sensor yang besar, hasil fotonya akan lebih tajam dan detail. Kemampuan menangkap detail dan cahaya lebih baik. Hal itu bisa terlihat dari hasil foto kamera DSLR kelas APSC dan Full Frame akan berbeda, dimana hasil full frame akan terlihat lebih tajam dan jelas.

Nah, untuk smartphone, sensornya hanya kecil saja karena keterbatasan ruang. Dalam hal ini, sangat sulit hasil kamera smartphone mengimbangi ketajaman kamera DSLR, bahkan kelas pemula sekalipun. Sudah kalah kelas di sensor.

Begitu juga dengan lensa. Bagian yang sangat vital bagi kamera ini menentukan sekali hasil akhir. Kamera smartphone sulit untuk menyaingi DSLR dalam hal ini juga. Keterbatasan tempat merupakan kunci penyebabnya.

Jadi, bisakah berharap jauh bahwa hasil foto kamera smartphone sama dengan hasil kamera DSLR? Jawabnya tidak.

Bahkan, dengan iming-iming berbagai aplikasi Android sekalipun, tidak akan banyak berubah karena dua inti utamanya, lensa dan sensor tidak berubah. Aplikasi yang sekarang ada hanya merupakan pengedit foto saja dan merubah filenya bukan peralatan dasarnya.

Generalisasi

Harap diperhatikan juga bahwa ada generalisasi dalam judul artikel yang seperti pada screenshoot di atas. Kamera smartphone itu banyak jenisnya. Ada yang murah, ada yang mahal. Yang mahal biasanya memiliki kualitas lebih baik dibandingkan yang murah.

Contoh, kamera Samsung Galaxy S10 dan iPhone 9 tentu lebih baik daripada sekedar Oppo A3s yang saya bawa. Bisa jadi kualitas lensa kedua ponsel pandai kelas atas itu sama kualitasnya dengan DSLR kelas pemula, tetapi kalau ponsel kelas bawah, rasanya masih jauh untuk bisa menyamai.

Begitu juga dengan kamera DSLR, ada kelas-kelasnya. Kelas pemula atau kelas atas. Kelas atas harganya mahal sekali, tetapi kualitasnya juga luar biasa.

Jadi, kamera smartphone yang mana dibandingkan dengan DSLR yang mana? Tidak mungkin kamera smartphone OPPO A3S menyaingi hasil Canon EOS 7D (full frame). Bahkan, menyaingi hasil Canon EOS 700D di kelas bawah saja susah.

Hasil Foto kamera Smartphone – OPPO A3s

  

Smartphone Vs DSLR : Fitur

Pernah mencoba melakukan teknih panning (untuk menghasilkan kesan “bergerak” pada obyek) dengan smartphone? Belum? Saya sudah. Hasilnya kalau tidak blur semua, ya kesannya obyeknya tiak bergerak. Tidak ada latar belakang blur pada fotonya.

Sementara ketika menggunakan DSLR entry level saja, saya bisa melakukannya.

Belum lagi long exposure dan berbagai hal lainnya.

Banyak yang mengatakan bahwa dengan menambahkan aplikasi Android, seperti Camera FV 5, fiturnya akan setara dengan DSLR. Kenyataannya, OPPO A3s saya tetap saja OPPO A3s, tidak berubah menjadi DSLR. Hanya ada beberapa tambahan fitursaja seperti pengaturan ISO.

Hasil fotonya pun tetap sama. Pemakaian aplikasi jenis ini tidak bisa merubah lensa dan sensornya. Tetap saja, hasilnya tidak bisa mengimbangi.

Fitur di DSLR sangat beragam sehingga saya menyebutnya komputer mini. Semua disediakan demi memberi ruang kepada kreativitas agar bisa berkembang maksimal.

Dan, sayangnya semua itu tidak ada di smartphone.

Banyak hasil foto kamera DSLR yang dilakukan dengan teknik-teknik pemanfaatan fitur ini, dan tidak bisa dilakukan dengan sekedar kamera smartphone saja.

Jadi, pertanyaannya, “setara” dalam hal ini di bagian mana. Bagian fitur sih, rasanya tidak mungkin keduanya bisa sama.

Jangan juga bandingkan dengan fitur DSLR kelas atas, yang pastinya lebih beragam.

Bisakah Hasil Foto Kamera Ponsel/Smartphone Sama Dengan Kamera DSLR/Mirrorless ?
Hasil foto kamera smartphone

Smartphone vs DSLR : Ide / Kreativitas

Pernah melihat foto wanita cantik yang dipotret dengan smartphone ? Pasti banyak yang memberi LIKE. Apalagi kalau modelnya sexy dan berbadan bagus. Iya kan?

Lalu, bandingkan dengan sebuah foto pemandangan yang dipotret dengan kamera DSLR.

Kira-kira mana yang akan mendapat LIKE lebih banyak, terutama kalau yang melihat adalah kaum adam.

Jelas kan jawabannya? Ya foto wanita cantik itu yang akan mendapat banyak LIKE.

Mengapa bisa begitu?

Karena yang satu ini tidak bergantung pada kameranya. Yang satu ini bergantung pada orangnya, fotografernya.

Ingat loh, hasil foto itu tergantung pada dua hal, yaitu kamera dan fotografernya.

Kamera boleh kalah kelas, tetapi orangnya bisa menjadi penentu.

Sebuah kamera mahal di tangan orang yang tidak tahu cara menggunakannya hasilnya akan kalah kalau dibandingkan dengan smartphone di tangan ia yang tahu cara memotret. Kemungkinan hasil yang bagus dan menarik akan berada di tangan pemegang smartphone.

Pengetahuan.

Ide.

Kreativitas.

Dalam hal ini, bisa dikatakan smartphone bisa mengungguli DSLR atau Mirrorless. Saya pernah membuktikannya sendiri dengan OPPO A3s dibandingkan dengan Samsung Galaxy S9 saja, hasil oto saya lebih menarik.

Semua itu karena saya sudah belajar fotografi dan tahu menemukan sudut pengambilan gambar yang baik. Saya bisa memaksimalkan kamera di tangan.

Kemampuan ini lah yang membuat orang yang melihat foto kerap mengabaikan masalah ketajaman, detail, dan hal-hal teknis lainnya. Mereka lebih tertarik pada hasil secara keseluruhan, meski kalau ditelaah lebih jauh lagi, tetap akan terlihat bahwa kualitas fotonya jelas kalah.

Silakan tebak pakai smartphone atau DSLR

 

Kamera Smartphone Tidak Akan Berubah Menjadi DSLR

Itulah faktanya. Kamera smartphone akan tetap kamera smartphone. Hasil fotonya, kalau bicara teknis dan kualitas,  tetap saja terlihat berbeda dengan hasil kamera DSLR.

Mau dipasang aplikasi apapun, tetap saja kamera smartphone. Saya sudah mencobanya sendiri dengan berbagai aplikasi, dan ponsel pintar saya tetaplah OPPO A3s dan tidak menjadi Canon 700D.

Sebuah fakta yang harus diterima.

Hal itu bukan berarti bahwa dengan kamera smartphone kita tidak bisa menghasilkan foto yang bagus dan menarik perhatian. Kalau berpikir seperti ini, Anda salah besar.

Hanya, caranya bukan dengan cara memakai aplikasi berbagai macam dan kemudian berkata “sim salabim” dan kameranya menjadi DSLR. Sampai botak juga tidak akan berubah.

Hal yang harus dilakukan adalah menerima kenyataan bahwa kamera smartphone memiliki keterbatasan. Kemudian, berfokus pada memanfaatkan kelebihannya, seperti :

  • Lebih lebar dibandingkan lensa DSLR
  • Mudah dibawa

Dan, kemudian berlatih berbagai teknik fotografi yang sesuai dengannya dan tidak memerlukan elemen-elemen DSLR. seperti

  • Penerapan Rule of Thirds
  • Komposisi warna/foto
  • Obyek yang menarik
  • Garis horison lurus
  • Sudut Pengambilan Gambar
  • Lengkapi dengan belajar pengeditan foto

Hasilnya, kalau dilakukan dengan baik, rasanya bisa membuat orang mengabaikan keunggulan dari DSLR.

Bukan dengan jalan menipu diri sendiri bahwa dengan tips dan trik atau aplikasi bisa membuat hasil foto seperti DSLR.

Hal itu tidak akan terjadi.

Ini hasil smartphone juga ASUS Padfone ditambah editing Picasa